Rumah Adat Toraja
Rumah Adat Toraja
20 Mei, 2022
Tongkonan adalah nama rumah adat Toraja yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tongkonan sendiri berasal dari kata Tongkon yang berarti 'menduduki' atau 'tempat duduk'. Disebut seperti itu karena pada awalnya rumah adat ini dijadikan sebagai tempat berkumpul para bangsawan Tana Toraja untuk berdiskusi.
Rumah Tongkonan terbuat dari kayu uru. Atap rumah Tongkonan yang terbuat dari bambu juga terlihat unik karena bentuknya yang menyerupai perahu. Hal ini menjadi pengingat bahwa leluhur masyarakat Toraja menggunakan perahu untuk sampai di Sulawesi.
Di setiap rumah, kamu akan menemukan kepala kerbau serta tanduk-tanduknya pada tiang utama di setiap rumah. Semakin banyak tanduk kerbau, semakin tinggi derajat keluarga tersebut. Di beberapa rumah juga ada beberapa patung kepala ayam atau naga yang menandakan jika pemilik rumah adalah orang yang dituakan.
Tongkonan memiliki empat dasar warna yang masing-masing sarat makna. Warna merah berarti darah yang melambangkan kehidupan manusia, warna kuning berarti anugerah dan kekuasaan dari Sang Ilahi. Putih berarti warna daging serta tulang yang berarti suci. Sedangkan warna hitam berarti kematian dan kegelapan.
Rumah adat Tongkonan memiliki tiga bagian di dalamnya yaitu bagian utara, tengah dan selatan. Ruangan bagian utara (Tengalok) berfungsi sebagai ruang tamu atau ruang tidur untuk anak-anak dan sebagai tempat untuk menaruh sesaji.Ruang bagian selatan (Sumbung) berfungsi sebagai ruang untuk kepala keluarga. Dan ruangan bagian tengah (Sali) berfungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, dapur dan tempat untuk meletakkan orang yang sudah meninggal.
Bagi masyarakat Toraja rumah adat Tongkonan dianggap sebagai ibu. Sedangkan Alang Sura atau Lubung Padi dianggap sebagai bapak. Secara umum rumah adat ini selalu menghadap ke utara.
Komentar
Posting Komentar